Jero Dalang Wayan Sidia

Nama  : Jero Dalang Wayan Sidia
Tempat/Tgl Lahir : Dusun Sabi, Desa Suwug, Kecamatan Sawan – Buleleng /tahun 1944
Istri       : Ni Ketut Suartini (48 tahun)
Anak     : Gede Respati (22 tahun)

PENGALAMAN
Wayan Sidia mulai berkesenian sejak usia 15 tahun, diawali dengan melukis wayang  dan belajar menabuh gambelan gender.

Tahun 1960 dia meningkatkan ketrampilan dirinya dengan terus mengasah bakatnya di bidang pedalangan dan mulai pentas di depan umum.  Dalang Wayan Sidia cukup dikagumi dan digemari di masyarakat terutama di Buleleng bagian timur, sehingga dia malang melintang di banyak desa pada berbagai upacara yadnya yang dilaksanakan oleh masyarakat. Ini merupakan pengabdiannya  kepada masyarakat sebagai seorang mangku dalang.

Tahun 1988 Dalang Sidia menjadi duta Buleleng pada Festival Wayang Ramayana di Tk. Prov. Bali dan mendapatkan  juara I, suatu prestasi yang cukup gemilang.
Itu sebabnya pula dia mendapatkan penghargaan seni Dharma Kusuma Madya dari Pemerintah Daerah Propinsi Bali,  ketika  Ida Bagus Oka menjabat sebagai Gubernur.

Disamping sebagai Dalang, hingga saat ini masih aktif sebagai penabuh gong kebyar di Desa Suwug.

Penghargaan lain yang diterima adalah : - Satya Lencana dari Persatuan Pedalangan Indonesia - PEPADI tahun 1976, Piagam Penghargaan dari DPD Buleleng tahun 1977 atas pengembangan seni pedalangan, dan Piagam Penghargaan dari Bupati Buleleng Kt Ginantra tahun 1993 atas dedikasinya menekuni seni pedalangan di Buleleng,