I Gusti Bagus Tika

Nama    : I Gusti Bagus Tika
Tempat/Tgl Lahir : Bungkulan – Buleleng / tahun 1933
Alamat : Banjar Jero Gusti, Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng

RIWAYAT KESENIMANAN / PENGALAMAN
I Gusti Bagus Tika adalah pewaris keseniman  I Gusti Nyoman Panji Gede (Beloh), dari desa Bungkulan, seorang pakar  seni karawitan Lelonggoran dan tabuh-tabuh tua yang pada tahun 1910-an  melanglang buana mengajar  tabuh Lelonggoran dan tabuh-tabuh  (tua – sekarang)  di seluruh kabupaten Buleleng, baik di Buleleng Barat maupun Timur dan sering ikut dalam berbagai aktivitas  Gong Mabarung. ( Baca Ensiklopedi Musik, karangan Made Bandem). Lelonggoran ini lah yang kemudian  menjadi embrio atau cikal bakal dari Gong Kebyar. Foto beliau dimuat dalam beberapa buku Belanda.

I Gusti BagusTika belajar  seni karawitan, khususnya  Lelonggoran sejak berumur 6 tahun pada sang kakek I Gusti Nyoman Panji Gede. Seni Karawitan Lelonggoran nyaris  saja kabur kalau tidak punah bila tidak ditekuni dan diteruskan kepada generasi penerus oleh I Gusti Bagus Tika  sejak  tahun 1987. Ketika Sanggar Sumurdha Sari terbentuk, ybs langsung membina  anak-anak yang tergabung dalam sanggar tersebut, sehingga tabuh Lelonggoran bisa   lestari. Ada yang unik yang terjadi saat  I Gst Bgs Tika mengajarkan tabuh-tabuh ini. Karena  cukup lama, beberapa tabuh yang pernah diajarkan kakeknya  itu terlupa. Tentu membuat dirinya gemas. Namun apa yang terjadi ? Beberapa kali pula  dia mimpi dan dalam mimpi itulah dia  mendapatkan lagi tabuh-tabuh itu secara lengkap.  Pagi keesokan harinya, seusai mimpi, langsung  dia mengambil  gambelan dan  menabuhnya, lanjut mengajarkannya kepada  anak-anak agar segera terwarisi.

Lelonggoran  Sekaa Gong Sanggar Sumurddha Sari telah direkam oleh STSI  Denpasar pada tahun 1999 guna keperluan  sebagai  dokumentasi, khasanah untuk dipelajari. Gong Lelonggoran dan Sekatian Sekaa ini telah juga dipelajari  dan diteliti  oleh  pemusik asal Amerika Serikat yang bernama Wyn Vitale, sebagai  pimpinan Sekaa Sekar Jaya dari Amerika Serikat.

Koleksi gending-gending Lelonggoran yang dikuasai oleh I Gst Bgs Tika  cukup banyak, dan dapat dibuktikan langsung kepada ybs.

Sedemikian jauh, menurut I Gusti Bagus Tika, banyak gending-gending Lelonggoran yang  telah dimodifikasi sehingga keluar dari aturan  Gending Lelonggoran  itu sendiri. Tanpa menepuk dada I Gusti Bagus Tika mengatakan bahwa  gending-gending Lelonggoran yang dikuasainya dijamin paling memenuhi  uger-uger Lelonggoran dengan variasinya yang cukup banyak.

Pada tahun 1992, tabuh Lelonggoran  dan gending-gending tua Sanggar Sumurddha Sari sempat  diundang untuk menyemarakkan  suasana KTT Non Blok di Jakarta dan  berkumandang baik di Istana Negara maupun di Pelabuhan Udara Halim Perdana Kusuma, untuk menyambut para tamu agung , dengan dipimpin oleh I Gst Bgs Tika.

I Gusti Bagus Tika juga pernah tampil di ajang  pentas Seniman Tua pada Pesta Kesenian Bali di Gedung  Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar.

Demikian riawayat I Gusti Bagus Tika, seorang seniman Karawitan Buleleng yang cukup malang melintang.