
Buleleng, kabupaten yang berada di belahan Bali bagian utara, merupakan satu kawasan yang kaya dengan tradisi seni dan budaya yang unik. Daerah ini merupakan tempat kelahiran gaya karawitan Bali yang terkenal dinamis sekitar tahun 1915 yakni gong kebyar, sebelum gaya karawitan ini menyebar, melanda bagaikan air bah ke bagian lain pulau Bali dan di mana local chanting merupakan suatu radisi tua yang ada. Walaupun Buleleng sendiri dibayangi – secara ekonomis, budaya dan politis, oleh Bali Selatan, gaya dan repertoire musik yang sangat kuat dan unik itu masih hidup sampai sekarang. Namun demikian gaya dan repertoire itu saat ini berada di ambang bahaya yang bisa jadi akan sirna secara perlahan sehingga hanya merupakan peninggalan sejarah bilamana gaya Bali Selatan terus mendominasi. Namun demikian ketika Kelompok Sanggar Bali Utara Tri Bhuana Giri tampil pada Festival Gamelan International pertama di Amsterdam (IGFA) pada Juni 2007 maka secara serta merta keberadaan seni gamelan Gong Kebyar Bali Utara ini mendapatkan sambutan dengan antusiasme luar biasa serta penghargaan besar dari para penontonnya, yang membawa kita pada keyakinan bahwa gaya Bali Utara ini masih hidup yang bisa memberikan angin segar kepada kita pada saat ini dan sekaligus akan memberikan inspirasi bagi adamua kecemerlangan seni baik di Bali sendiri maupun di dunia global
Karena itu sudah waktunya ada suatu upaya tukar pendapat mengenai keberadaan Seni Budaya Bali Utara, dalam wujud suatu Konperensi Internasional mengenai Identitas Seni Buleleng. Kegiatan ini akan menjadi satu peristiwa bersejarah yang sangat bermakna bagi kawasan Bali Utara, serta hubungannya dengan komunitas peneliti, pemusik dari Bali Selatan, Nasional dan Internasional serta wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali. Tujuannya sekali lagi, adalah untuk memberikan pengakuan serta afirmasi yang dibutuhkan bagi kelangkaan gaya gong kebyar Bali Utara serta seni budaya Bali Utara yang minim ekspose, dan diharapkan menjadi suatu wahana untuk membantu melestarikan salah satu gaya musik dan tari di dunia ini yang demikian mengagumkan dan brilian. Karena musik dan tari demikian terajut erat dalam seni budaya Buleleng, dan karenanya tidak bisa dikaji secara terpisah, kegiatan ini bisa dianggap sebagai suatu ekspresi budaya Bali Utara yang cukup luas ruang lingkupnya.
Ditulis oleh :Â Wayne Vitale